Kamis, 26 April 2012

Franchise dan Waralaba

Definisi Franchise :

Menurut Blake & Associates (Blake, 1996), kata franchise berasal dari bahasa Perancis kuno yang berarti bebas. Pada abad pertengahan franchise diartikan sebagai hak utama atau kebebasan (Sewu, 2004, p. 15).
Menurut Queen (1 993:4-5) franchise adalah kegiatan pemberian lisensi dari pemegang usaha (franchisor) kepada pembeli merek usaha (franchisee) untuk berusaha dibawah nama dagang franchisor berdasarkan kon trak dan pembayaran royalti.
European Code of Ethics for Franchising memberikan definisi franchise sebagai berikut (European Code of Ethics for Franchising, 1992, p. 3): “Franchise adalah sistem pemasaran barang dan atau jasa dan atau teknologi, yang didasarkan pada kerjasama tertutup dan terus menerus antara pelaku-pelaku independent (maksudnya franchisor dan individual franchisee) dan terpisah baik secara legal (hukum) dan keuangan, dimana franchisor memberikan hak pada individual franchisee, dan membebankan kewajiban untuk melaksanakan bisnisnya sesuai dengan konsep dari franchisor” ( Sewu, 2004, p. 5-6).

Jenis/Bentuk Franchise

Menurut Mohammad Su’ud ( 1994:4445) bahwa dalam praktek franchise terdiri dari empat bentuk:
1. Product Franchise
Suatu bentuk franchise dimana penerima franchise hanya bertindak mendistribusikan produk dari petnernya dengan pembatasan areal.
2. Processing or Manufacturing Frinchise
Jenis franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek franchisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan minuman.
Suatu bentuk franchise dimana PT Ramako Gerbangmas membeli dari master franchise yang mengeloia Mc Donald‘s di Indonesia yang hanya memberi know how pada PT Ramako Gerbangmas tersebut untuk menjalankan waralaba Mc Donald’s.
3. Bussiness Format atau System Franchise
Franchisor memiliki cara yang unik dalam menyajikan produk dalam satu paket, seperti yang dilakukan oleh Mc Donald’s dengan membuat variasi produknya dalam bentuk paket.
4. Group Trading Franchise
Bentuk franchise yang menunjuk pada pemberian hak mengelola toko-toko grosir maupun pengecer yang dilakukan toko serba ada.

Menurut International Franchise Association (IFA) berkedudukan di Washington DC, merupakan organisasi Franchise International yang beranggotakan negara-negara di dunia, ada empat jenis franchise yang mendasar yang biasa digunakan di Amerika Serikat, yaitu:
1. Product Franchise
Produsen menggunakan produk franchise untuk mengatur bagaimana cara pedagang eceran menjual produk yang dihasilkan oleh produsen. Produsen memberikan hak kepada pemilik toko untuk mendistribusikan barang-barang milik pabrik dan mengijinkan pemilik toko untuk menggunakan nama dan merek dagang pabrik. Pemilik toko harus membayar biaya atau membeli persediaan minimum sebagai timbal balik dari hak-hak ini. Contohnya, toko ban yang menjual produk dari franchisor, menggunakan nama dagang, serta metode pemasaran yang ditetapkan oleh franchisor.
2. Manufacturing Franchises
Jenis franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek franchisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan minuman.
3. Business Oportunity Ventures
Bentuk ini secara khusus mengharuskan pemilik bisnis untuk membeli dan mendistribusikan produk-produk dari suatu perusahaan tertentu. Perusahaan harus menyediakan pelanggan atau rekening bagi pemilik bisnis, dan sebagai timbal baliknya pemilik bisnis harus membayarkan suatu biaya atau prestasi sebagai kompensasinya. Contohnya, pengusahaan mesin-mesin penjualan otomatis atau distributorship.
4. Business Format Franchising
Ini merupakan bentuk franchising yang paling populer di dalam praktek. Melalui pendekatan ini, perusahaan menyediakan suatu metode yang telah terbukti untuk mengoperasikan bisnis bagi pemilik bisnis dengan menggunakan nama dan merek dagang dari perusahaan. Umumnya perusahaan menyediakan sejumlah bantuan tertentu bagi pemilik bisnis membayar sejumlah biaya atau royalti. Kadang-kadang, perusahaan juga mengaharuskan pemilik bisnis untuk membeli persediaan dari perusahaan.

Keunggulan dan Kelemahan Sistem Franchise

Franchising juga merupakan strategi perluasan dari suatu usaha yang telah berhasil dan ingin bermitra dengan pihak ketiga yang serasi, yang ingin berusaha, dan memiliki usaha sendiri. Sistem franchise ini mempunyai keunggulan-keunggulan dan juga kerugian-kerugian. Keunggulannya adalah:
“As practiced in retailing, franchising offers franchisees the advantage of starting up a new business quickly based on a proven trademark and formula of doing business, as opposed to having to build a new business and brand from scratch.”
“Seperti dalam praktek retailing, franchising menawarkan keuntungan untuk memulai suatu bisnis baru dengan cepat berdasar pada suatu merek dagang yang telah terbukti bisnisnya, tidak sama seperti dengan membangun suatu merek dan bisnis baru dari awal mula.” Selain itu menurut Rachmadi keunggulan lainnya dari sistem franchise bagi franchisee, antara lain:
1. Pihak franchisor memiliki akses pada permodalan dan berbagi biaya dengan franchisee dengan resiko yang relatif lebih rendah.
2. Pihak franchisee mendapat kesempatan untuk memasuki sebuah bisnis dengan cara cepat dan biaya lebih rendah dengan produk atau jasa yang telah teruji dan terbukti kredibilitas mereknya.
3. Lebih dari itu, franchisee secara berkala menerima bantuan manajerial dalam hal pemilihan lokasi bisnis, desain fasilitas, prosedur operasi, pembelian, dan pemasaran. (Rachmadi, 2007, p. 7-8)

Sedangkan kerugian sistem franchise bagi franchisee adalah:

1. Sistem franchise tidak memberikan kebebasan penuh kepada franchisee karena franchisee terikat perjanjian dan harus mengikuti sistem dan metode yang telah dibuat oleh franchisor.
2. Sistem franchise bukan jaminan akan keberhasilan, menggunakan merek terkenal belum tentu akan sukses bila tidak diimbangi dengan kecermatan dan kehati-hatian franchisee dalam memilih usaha dan mempunyai komitmen dan harus bekerja keras serta tekun.
3. Franchisee harus bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan franchisor. (Sukandar, 2004, p. 67)
4. Tidak semua janji franchisor diterima oleh franchisee.
5. Masih adanya ketidakamanan dalam suatu franchise, karena franchisor dapat memutuskan atau tidak memperbaharui perjanjian. (Rachmadi, 2007,p. 9)

Sistem Waralaba : Franchise atau dalam bahasa Indonesia diistilahkan dengan Waralaba adalah salah satu sistem dalam dunia perdagangan yang hingga saat ni masih dianggap sangat menguntungkan. Bahkan tak kurang dari seorang pakar franchising, Amir Karamoy, menganggap sistem waralaba merupakan salah satu sistem perdagangan yang kebal terhadap resesi ekonomi. Namun demikian, perusahaan-perusahaan di Indonesia hingga saat ini belum terlalu banyak yang mengimplementasikan dan memanfaatkan sistem waralaba tersebut, karena sistem ini dipahami secara terbatas. Padahal, di negara maju seperti Amerika, sistem ini merupakan tulang punggung ekonominya, apabila pemahaman sistem ini dapat dilakukan secara benar, dan sangat boleh jadi sistem ini akan berkembang baik di Indonesia.
Sistem ini masih dianggap sebagai salah satu cara yang cukup efektif untuk mengembangkan bisnis, karena sistem ini telah dibuktikan oleh berbagai perusahaan nasional maupun perusahaan berkaliber internasional. Mc Donald, Kentucky Fried Chicken (KFC), California Fried Chicken (CFC), Texas Fried Chicken (TFC) adalah contoh perusahaan bertaraf internasional yang telah berhasil mengembangkan sistem franchise di Indonesia. Nama-nama restoran asing dan segala produk-produknya telah begitu familiar ditelinga masyarakat, tidak saja di kota-kota besar tetapi merasuk jauh di wilayah pedesaan yang jauh dari perkotaan. Perusahaan-perusahaan tersebut bukan saja mampu mengembangkan usaha di negara asalnya, USA, tetapi telah mampu membuktikan dan mengembangkan sayapnya sampai ke penjuru dunia.
Sementara itu di Indonesia hingga saat ini baru tercatat beberapa gelintir pengusaha yang mengembangkan sistem waralaba, dan salah satu pelopornya adalah Sukyatno Nugroho dengan “Es Teler 77″- nya. Di samping itu, ada juga franchise yang saat ini sedang naik daun, yaitu rumah makan ayam bakar “Wong Solo” yang dikelola oleh Puspo Wardoyo melalui PT Sarana Bakar Digdaya. Menurut pihak yang berkompeten di perusahaan tersebut, waralaba Ayam Bakar “Wong Solo” telah tersebar di beberapa kota, seperti : Medan, Aceh, Padang, Pekan Baru, Yogyakarta, Jakarta, Malang, Bali, dan Bandung.

KEUNTUNGAN DAN KELEBIHAN WARALABA

Salah satu keuntungan dari sistem waralaba ini adalah usaha yang dijalankan akan cepat berkembang, semakin banyak perusahaan yang melakukan franchise, berarti usaha yang dijalankan akan cepat dikenal masyarakat. Sedangkan perusahaan yang bertindak sebagai franchisee juga menjadi sangat menguntungkan, karena label dan segala atribut dan produknya telah dikenal oleh masyarakat umum. Dipihak lain, masyarakat juga sangat diuntungkan, karena sistem ini mengharuskan setiap cabang punya standar yang sama dengan perusahaan induk, baik di bidang : promosi, desain, proses produksi dan pelayanannya.
Tidak mengherankan kalau ada pengusaha atau perusahaan yang dalam waktu relatif singkat mampu tumbuh dan berkembang menjadi besar berkat sistem waralaba tersebut. Sistem waralaba ini sebenarnya tidak hanya cocok untuk usaha restoran atau makanan, namun karena di Indonesia sistem ini banyak dikembangkan di bidang restoran. Sistem waralaba (penggunaan merek terkenal) pada dasarnya adalah salah satu sistem perluasan pasar, yang dilakukan oleh perusahaan yang telah mantap atau mapan dan punya nama. Manajemen dan tingkat profitabilitas perusahaan induk biasanya telah stabil, sehingga bisa memberi keuntungan timbal balik antara perusahaan induk dan perusahaan yang melakukan kerja sama dengan sistem waralaba.
Model bisnis waralaba telah terbukti menjadi salah satu yang sangat dominan dalam perekonomian modern saat ini. Seluruh pasar dikendalikan oleh pengaturan ini, karena banyak perusahaan menemukan satu-satunya cara praktis untuk melakukan bisnis. Waralaba begitu umum dalam cara bahwa bisnis dilakukan dalam industri layanan yang kadang-kadang sulit untuk membedakan mereka terhadap non-waralaba rekan-rekan mereka.
Related Searches:
* Daftar Waralaba
* Baru Waralaba
1.Merek Pengakuan

*Salah satu kepala menarik dari pengaturan waralaba bagi pemilik bisnis adalah iklan built-in dari merek nasional. Perusahaan waralaba memiliki beberapa nama merek paling dikenal luas yang pernah dibuat. Usaha kecil diatur dalam model waralaba dapat mengambil keuntungan dari canggih dan mapan dalam kampanye iklan nasional.
Pelatihan

*Salah satu keuntungan dari model waralaba yang memungkinkan untuk transfer cepat informasi di seluruh rantai seluruh pemilik usaha kecil. Pemilik usaha waralaba menerima pelatihan dalam metode dan strategi yang telah diasah dan dipraktekkan sebelum seluruh konglomerat. Untuk menjaga citra merek mereka dan konsistensi, waralaba mengambil perhatian khusus untuk membantu mendidik pemilik bisnis baru dan belum berpengalaman.
Pembatasan

*Beberapa kelemahan utama dari pengaturan bisnis waralaba adalah pembatasan yang ditempatkan pada usaha individu. Waralaba diwajibkan untuk hanya menjual produk-produk tertentu dan pada harga tertentu, dan hanya menggunakan dekorasi tertentu. Untuk mempertahankan konsistensi di rantai, sebuah pembatasan tempat perusahaan waralaba dapat memperparah pada waralaba individu. Hal ini dapat membatasi diri taktik promosi waralaba.
Merek Popularitas

*Sebuah faktor yang dapat menjadi keuntungan besar atau kerugian untuk sebuah bisnis waralaba individu adalah popularitas merek nasional yang mewakili. Jika rantai nasional sangat sukses dan yang terkait dengan produk yang konsumen inginkan, ini bisa menjadi situasi yang sangat baik bagi pemilik waralaba individu. Jika sebuah merek menjadi tidak populer, bagaimanapun, sebuah waralaba individu mungkin menemukan bisnis yang diseret turun bersama dengan sisa rantai.

Referensi : http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/09/perusahaan-waralaba-franchise-definisi.html
http://usahamart.wordpress.com/2012/01/28/kekurangan-dan-kelebihan-mmulai-bisnis-waralaba/
http://binaukm.com/2010/05/sistem-waralaba-peluang-usaha-rumah-makan-dan-restoran/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar